Samurai dalam budaya Jepang

Posted: 29 November 2008 in BUDAYA DUNIABUDAYA JEPANGSamurai
Kaitkata:
Daimyō (大名?) berasal dari kata Daimyōshu (大名主? kepala keluarga terhormat) yang berarti orang yang memiliki pengaruh besar di suatu wilayah. Di dalam masyarakat samurai di Jepang, istilah daimyō digunakan untuk samurai yang memiliki hak atas tanah yang luas (tuan tanah) dan memiliki banyak bushi sebagai pengikut.
Pada zaman Muromachi, Shugoshoku adalah nama jabatan yang diberikan kepada kelas penguasa untuk menjaga wilayah feodal yang disebut Kuni (provinsi). Penguasa yang menjabat Shugoshoku kemudian sering disebut sebagai Shugo Daimyō (守護大名? daimyō yang melindungi).
Di zaman Sengoku, dikenal penguasa wilayah feodal yang disebut Taishin (大身?). Selain itu dikenal juga samurai lokal yang berperan dalam pembangunan daerah yang disebut Kokujin (国人?). Sengoku Daimyō (戦国大名?) merupakan sebutan untuk daimyō yang menguasai lebih dari satu wilayah kekuasaan.
Pada zaman Edo, daimyō adalah sebutan untuk samurai yang menerima lebih dari 10.000 koku dari Keshogunan Edo, sedangkan samurai yang menerima kurang dari 10.000 koku disebut Hatamoto.
Daimyo yang berkunjung ke istana, gambar dari buku “Sketches of Japanese Manners and Customs”Peringkat daimyō pada zaman Edo ditentukan oleh tingkatan kebangsawanan (Kakaku), tingkat jabatan (Kan-i), potensi kekayaan wilayah Han (Kokudaka), dan deskripsi pekerjaan (Yakushoku).Pada zaman Edo terdapat 3 jenis daimyō:
  • Kamon Daimyō
Daimyō yang masih punya hubungan kerabat dengan keluarga shogun Tokugawa
  • Fudai Daimyō
Daimyō turun temurun yang sudah setia kepada shogun Tokugawa jauh sebelum Pertempuran Sekigahara,
  • Tozama
Pengikut Tokugawa yang menjadi setia setelah ditundukkan dalam Pertempuran Sekigahara.Tokugawa Ieyasu memberi wewenang atas kekuasaan wilayah han Owari, Kishū, Mito untuk ketiga orang putranya. Ieyasu juga memberi wewenang kepada masing-masing putranya untuk menggunakan nama keluarga Tokugawa, sehingga salah satu garis keturunan putranya dapat menggantikan garis keturunan utama Tokugawa jika mata rantai keturunan utama terputus. Selain itu, masing-masing putra Tokugawa masih menerima tugas penting memata-matai kegiatan para daimyō lain wilayah han tetangga.Ieyasu menyebar anggota keluarganya ke seluruh Jepang untuk mengawasi daimyō di wilayah han tetangga. Putra ke-9 yang bernama Tokugawa Yoshinao ditunjuk sebagai daimyō wilayah han Owari. Putra ke-10 yang bernamaTokugawa Yorinomu ditunjuk sebagai daimyō wilayah han Kishū, Putra ke-11 yang bernama Tokugawa Yorifusaditunjuk sebagai daimyō wilayah han Mito. Selain itu, Yūki Hideyasu yang merupakan kakak dari shogun generasi ke-2Tokugawa Hidetada ditunjuk sebagai daimyō wilayah han Echizen.Pengikut (Kashin) berasal dari keluarga yang sudah turun temurun mengabdi kepada klan Tokugawa dijadikan Fudai Daimyō. Dalam menjalankan pemerintahan, shogun Tokugawa selalu dikelilingi oleh Fudai Daimyō yang ditunjuk sebagai menteri senior (Tairō) dan penasehat shogun (Rojū)Jika dibandingkan dengan daimyō lainnya, Fudai Daimyō menerima jumlah Kokudaka yang rendah, sebaliknya klan Torii,klan Sakakibara, dan klan Honda mempunyai kokudaka yang tinggi. Klan Ii yang menjadi Fudai Hitto di Hikonemempunyai kokudaka yang sangat tinggi hingga mencapai 350.000 koku. Cuma ada segelintir daimyō yang menerima di atas 100.000 koku, misalnya: klan Sakaiklan Abeklan Hottaklan Yanagisawa, dan klan Toda.
Seorang samurai dengan pakaian tempur, 1860.
Samurai (侍 atau 士?) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata “samurai” berasal dari kata kerja “samorau” asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi “saburau” yang berarti “melayani”, dan akhirnya menjadi “samurai” yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.
Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士) (harafiah: “orang bersenjata”) yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaruatau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin(harafiah: “orang ombak”). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.
Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.

Etimologi

Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.
Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan dewa perang Hachiman.
Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.
  • Buke (武家) – Ahli bela diri
  • Kabukimono – Perkataan dari kabuku atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai berwarna-warni.
  • Mononofu (もののふ) – Istilah silam yang berarti panglima.
  • Musha (武者) – Bentuk ringkasan Bugeisha (武芸者), harafiah. pakar bela diri.
  • Si (士) – Huruf kanji pengganti samurai.
  • Tsuwamono (兵) – Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh Matsuo Basho dalam haiku terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang kuat.

Senjata

Samurai mengunakan beberapa macam jenis senjata, tetapi katana adalah senjata yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam Bushido diajarkan bahwa katana adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai sangat tergantung pada katana dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa katana sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan untuk katana tidak dikenal sampai massa Kamakura(1185–1333), sebelum masa itu pedang Jepang lebih dikenal sebagai tachi dan uchigatana, Dan katana sendiri bukan menjadi senjata utama sampai massa Edo.
Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali sebagai Genpuku. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi hak untuk mengenal katana walaupun biasanya diikat dengan benang untuk menghindari katanaterhunus dengan tidak sengaja. Pasangan katana dan wakizashi dikenali sebagai Daisho, yang berarti besar dan kecil.
Senjata samurai yang lain adalah yumi atau busar komposit dan dipakai selama beberapa abad sampai masa masuknyahsenapan pada abad ke-16. Busur komposit model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 meter, bahkan bisa lebih dari 200 meter bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara berdiri dibelakang Tedate (手盾) yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga digunakan dengan menunggang kuda. Latihan memanah di belakang kuda menjadi adat istiadat Shinto, Yabusame (流鏑馬). Dalam pertempuran melawan penjajah Mongol, busur komposit menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan Cina pada waktu itu memakai {busur komposit]] dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.
"KODOMO NO HI" = Perayaan hari anak di Jepang

"kodomo no hi" yaitu hari anak2, salah satu hari libur nasional yg dirayakan anak2 (bagi anak laki2 maupun anak2 perempuan) dgn harapan mrk dpt tumbuh dgn sehat & bahagia.

pada mulanya,kodomo no hi mrpkn "tango no sekku" yaitu festivel yg diselenggarakan u/ mengharapkan pertumbuhan,kesehatan, & kebahagiaan anak laki2.

kodomo no hi terbagi mjd 2,yaitu :

1."HINA MATSURI"= perayaan hari anak u/ anak2 perempuan.
Festival boneka Hina biasanya diselenggarakan setiap tgl 3 Maret u/ memohon/mengharapkan kesehatan & kebahagiaan anak perempuan. Selama festival ini,klrg yg mmpnyai anak perempuan memajang seperangkat boneka "HINA"(hina ningyou) di rmhnya & mmpersembahkan sesajen yg terdiri dr bunga buah persik,hina arare,sake putih,dsb bagi boneka2 tsb.Awalnya hina matsuri mrpkn adat istiadat yg dilakukan masy. Cina pd zaman dulu,kemudian menyebar ke Jepang,dan sejak zaman EDO mengalami perkembangan & dilaksanakan sampai spt skrg ini.

2."KOI NOBORI" = perayaan hari anak u/ anak laki2
Koi nobori biasanya dipasang sekitar tgl 5 Mei sbg Kodomo no hi/tango no sekku (festival u/ anak laki2) di dpn rmh setiap klrg yg memiliki anak laki2.Koi nobori yaitu umbul2 yg berbntk ikan KOI (ikan karpet),terbuat dr kertas/kain,yg byk dipasang yg berukuran 1-2 meter,namun ada jg yg mencapai 5-6 meter.Koi nobori dipasang pd sebuah tiang spt memasang bendera.



"KOKESHI" (by Migoto Takamura)

Kokeshi,boneka kayu tradisional Jepang yg dibuat sejak 200 th lalu pd pertengahan zaman EDO (1603-186). Boneka kayu ini pd umumnya ditemukan pd wilayah permandian onsen (air panas) di sepanjang Jepang & yg trbnyk adl. di wilayah Tohoku.Kdg disbt mainan/hiasan khas daerah Tohoku.Kokeshi brbntk boneka kayu yg menyerupai seorang putri,gadis kecil,atau wanita muda.Kokeshi dibuat dr kayu (pohon sakura,pohon mizuki,dsb) & terdiri dr 2 bagian tubuh yaitu bag. badan brbntk silinder/lonjong,dan bag. kepala brbntk bulat tanpa kaki & tangan.Bag. kepala digambari hidung,mata,mulut & rambut,dan bag.badan digambari pakaian tradisional Jepang.
KINKAKUJI & GINKAKUJI (by Migoto Takamura)

Pd zaman Muromachi,krn pemr.Bakufu berpusat di Kyoto,maka hal2 yg bersifat militer & bersifat kebangsawanan melebur & mjd suatu
kebudayaan baru yaitu budaya militer & bangsawan (BUKE BUNKA)
Kebudayaan baru tsb mrpkn kebudayaan yg sederhana & mendalam yg mndpt pengaruh dr Dinasti MING & YUAN di Cina.
Kebudayaan ibukota meluas smpai ke daerah & di berbagai tempat lahir kebudayaan rakyat(MINSHU no Bunka).
hasil kebudayaan pd zaman ini di bidang arsitektur bangunan yaitu : KINKAKUJI(kuil emas) & GINKAKUJI(kuil perak).


KINKAKUJI (KUIL EMAS)

awalnya sebuah villa yg dibangun di daerah Kitayama (kyoto) o/ Ashikaga Yoshimitsu pd akhir abad 14(Th 1397).
Kinakaku mengambil gaya arsitektur bangsawan & kuil ZEN di Cina yg seluruhnya dilapisi emas shg mjd sebuah bangunan yg indah.
pd th 1950,bangunan ini pernah rusak krn kebakaran,namun dibangun lagi hingga bentuknya spt skrg ini.



NINJA

-> di Jepang,ninja mrpkn sebuah tradisi yg dianggap memiliki nilai mistik yg kuat,dibutuhkan kemampuan & kecerdasan ekstra u/ mempelajari ilmu ninjutsu. Ninja dipercaya datang dibawa o/ bangsa China sekitar 4000 th yg lalu.Di abad ke-6,ada seorang pangeran yg dipercaya u/ pergi ke Jepang sbg mata2 namun berakhir dg menyebarkan ilmu ninja yg ia miliki.Dari sekian byk sekolah ninja yg tersebar di Jepang,style Iga-Ryu di Ueno & Koga-Ryu di Prefecture Shiga adl. yg paling mendominasi di negeri Jepang.Sekolah Iga sendiri u/ pertama kalinya dideklarasikan pd abad ke-12.

-> NINJA hidup di zaman Sengoku(Sengoku Jidai,1467-1568),& menguasai teknik & keterampilan khusus u/ berkelahi & berperang spt : dpt berjalan cepat di daratan (sambil membungkuk) tanpa m'ngeluarkan suara,menyelam & b'sembunyi di dlm air,memanjat pagar,dinding/benteng,bahkan dipercaya dpt berjalan di atas prmukaan air & dlm sekejap dpt m'hilang.Pekerjaan mrk yaitu: memata2i kekuatan & strategi perang pihak musuh,melakukan sabotase,& melaksanakan pembunuhan thdp para pemimpin musuh.Pd wkt beraksi mrk selalu memakai pakaian khusus u/ m'yembunyikan identitasnya dilengkapi peralatan berkelahi/perang khas seorang ninja.

SAMURAI

disebut juga BUSHI,MONONOFU,BUJIN,MUSHA
yaitu para prajurit yg mrpkn salah satu kelas pd masy. Jepang zaman dulu yg menangani kemiliteran.

Pd zaman Kamakura berperan sbg pembantu pengendali Pemr. (keshogunan). lalu pd zaman Muromachi mjd bawahan yg mengabdi kpd klrg Ashikaga.Sedangkan pd zaman Edo mrpkn kelas tertinggi [dlm pembagian "4 golongan masy. Jepang"(SHINOOKOOSHOO) yaitu: kelas samurai(BUJIN),kelas petani(NOOMIN),kelas pekerja/pengrajin(KOJIN),& pedagang(SHOONIN)]".

Pd zaman pemr.Tokugawa Ieyasu,Mengeluarkan hukum yg berisi:
"Rakyat biasa(petani,tukang & pedagang) yg bertingkah laku tak senonoh thdp samurai / tdk menunjukkan rasa / sikap hormat thdp atasannya boleh dibunuh di tempat".

Dlm era Tokugawa,para samurai meski pedangnya slalu siaga, mrk jg mengembangkan seni yg bersifat damai...(migo jg blm mengerti bnr dgn hal ini)

'BUDAYA BUSHIDO' -> adl.tata cara samurai & istilah resmi modern yg tdk dilatarbelakangi rasa kerakyatan mendalam yg dimiliki "memojokkan dg GIRI","hanya demi GIRI","bekerja keras u/ GIRI" di Jepang. (ket; GIRI yaitu HUTANG,TUGAS & KEWAJIBAN) masy Jepang,khususnya samurai.

"RONIN" -> adl. samurai tdk bertuan yg hidup dg mengandalkan kecerdikannya sendiri.
pd zmn skrg,istilah RONIN dipakai u/ menyebut para siswa yg tdk lulus ujian / tinggal kelas.

"HARAKIRI"

Image and video hosting by TinyPic

-> Aksi agresif plg ekstrim yg diabil org jpg adl.bunuh diri. Menurut org jpg bunuh diri pantas dilakukan krn menurut adat hal itu akan m'bersihkan nama & menegakkan kembali citranya.

-> seorang samurai atas perintah pemr.melakukan bunuh diri dg tangannya sendiri u/ m'yelamatkan dirinya dari suatu hukuman mati yg tdk terhormat u/ m'hindari penyiksaan yg akan menimpa dirinya kalau dia jatuh ke tangan musuh.

-> harakiri disebut jg SEPPUKU,TOFUKU,HAPPUKU,yaitu bunuh diri dg merobek perutnya.Hal ini mrpkn kebiasaan kaum samurai stlh akhir zaman Heian u/ mengakhiri hidupnya.Pd zaman Edo harakiri mrpkn salah satu btk hukuman mati yg dikenakan thdp kaum samurai. *Di hadapan pejabat yg b'kaitan,pelaku harakiri biasanya didampingi seorang "KAISHAKUNIN" (algojo,pembantu harakiri) yg siap memenggal lehernya pd saat diperlukan

Kebudayaan Jepang

Filed under: Jepang — Adi666 @ 11:57 am

Kebudayaan Jepang
Kebudayaan Jepang telah banyak berubah dari tahun ke tahun, dari kebudayaan asli negara ini, Jomon, sampai kebudayaan kini, yang mengkombinasikan pengaruh Asia, Eropa dan Amerika Utara. Setelah beberapa gelombang imigrasi dari benua lainnya dan sekitar kepulauan Pasifik, diikuti dengan masuknya kebudayaan Tiongkok, penduduk Jepang mengalami periode panjang isolasi dari dunia luar dibawah shogunat Tokugawa sampai datangnya “The Black Ships” dan era Meiji. Sebagai hasil, kebudayaan Jepang berbeda dari kebudayaan Asia lainnya.

Comments (1)

On 1 September 2012 07.57 , Unknown mengatakan...

yang ada pertanyaan yang menyangkut blog gue, bisa ditanyakan langsung